Tanpa diduga
Tanpa difikirkan dan tanpa dihayati
Kita sebenarnya umpama secebis bayang bayang hidup
Bergerak bebas
Melintasi alam fauna
Paginya membuka kelopak mata, setelah diberi nafas baru
Lalu kita pun bangkit tanpa memikirkan kita siapa,
Dan terfikir pagi ini tentang kerja harian
Lalu kita terlupa,
Kita adalah secebis bayangan hitam
Hidup memenuhi ruang si matari
Dan menjadi sepi seakan rambulan malam
Dan pulang ke sarang peraduan setelah perut kenyang
Tetiba kelopak mata ingin pejam
Anehnya malam umpama "Alarm Clock"
Dengan rela membiarkan tertidur
Dan paginya bangkit lagi setelah diberi nafas baru,
Terfikir bagaimanakah malam ini?
Ada lagikah nafas untuk bergerak pagi nanti?
Atau jarum jam tak juga bergerak lalu berbunyikah "Alarm Clock" ?
Kita sebenarnya umpama secebis bayangan
Melewati gambarajah alam fauna
Sebelum terbit matari dan sebelum terbenam senja
Subuh hening belum tentu bermula...beruntungnya orang orang yang beriman
Umpama bayangan putih yang melayang melepasi awan
Tidak secebis bayangan hitam tersangkut didahan.
Putaran demi putaran
Pagi silih berganti
Dan hampir malam mata menjadi sepi
Bagaikan berakhir pinjaman siangnya
Dan akan hilang bayangan setelah lampu terpadam..............kerna kita adalah secebis bayangan.
Tags
Sketsa

