Pagi itu,
tatkala benin,
Tuhan menyorok mentari
di belakang gunung,
Aku mencari dimana
perginya cahaya,
tatkala senja, aku
lihat mentari memberi senyum
teringat pada siangnya
adakah aku sudah
bersedia di waktu malamnya
Seperti biasa, suara
anak kecil menyanyi tanpa music bermain dikantong fikiran.
jauh di tanah air ku
dan di kejauhan sudut
rasa di hati ku
antara kemahuan dan
takdir hidup
terdapat jalur sinar
tak ku terkejar
mungkin kilauan
Jupiter
barangkali sinar ufuk
Ketika merpati melepas
bulunya
di Castle tua
ketika kicau beburung
di subuh dingin di Lapley
mengutip Berry liar
kau selimuti malamku
di situ....waktu
dulu...
Tuhan, aku jatuh
cinta.
antara luka dan parut
belum terjahit,
dicelah musim silih
berganti
Bulan mengecil
Bulan mengambang
disaluti kabus malam
yang dingin
Kau beriku seketul
kasih
dan terjatuh di
Holborn Street
dalam genangan cahaya
bulan menangis
masih tak ku
kutip..cinta itu.
kau semakin ku
lupai..............!
selepas sekian lama
dedaunan bertukar warna.
Tags
Puisi
